Sebagaiinformasi, Abah Guru Sekumpul ini memiliki nama asli KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari, adalah salah seorang ulama besar dan berpengaruh dari Kalimantan Selatan. Semasa hidupnya, Abah Guru Sekumpul dikenal sebagai ulama yang kharismatik dan memiliki banyak santri yang tidak hanya berasal dari Kalimantan, tetapi juga dari
KataAbah Guru Sekumpul, "Tahun 1999 akhir pernah aku mau disihir orang kedalam rumah. Tapi sihir orang itu tidak bisa masuk rumah. Warnanya merah berputar-putar diatas atap rumah tengah malam.Tidak lama sihir orang tadi meledak diatas atap rumah tidak tahan mau masuk rumah Aku. Waktu pagi dilihat sihir orang yang meledak tadi jadi abu.Padausia 5 tahun ia belajar al-Qur`an dengan Guru Hasan Pesayangan dan pada usia 6 tahun menempuh pendidikan di Madrasah Kampung Keraton. Pada usia 7 tahun ia masuk ke Madrasah Diniyyah Pondok Pesantren Darussalam Martapura. Abah Guru Sekumpul muda menempuh pendidikan di Pesantren Darussalam selama 12 tahun (1949-1961 M).
BANJARMASINPOSTCO.ID, MARTAPURA - KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al Banjari atau yang dikenal juga dengan sapaan Abah Guru Sekumpul adalah ulama kharism
YaAllahJadikanlah kami termasuk orang-orang yang memiliki sifat taubat, terimalah taubat kami ya AllahYa AllahJadikanlah kami menjadi hamba yang taHalini tidak terlepas karena Yusi kerap mengikuti agenda Guru Sekumpul dan mendengarkan ceramahnya yang menyejukkan. "Dia mengajarkan tentang makna Islam dengan cara yang menyenangkan dan menyejukkan. Tidak seperti sekarang yang banyak terlalu menggebu-gebu gitu," kata Yusi ketika ditemui sebelum pelaksanaan haul, Ahad (25/3). InilahTujuan Hidup Kita || Ceramah Abah Guru Sekumpul — Ceramah Penyajuk HatiCeramah Abah guru sekumpul tentang tujuan hidup kita.Semoga kita diberi kekuata fullsholawat sbah guru sekumpulsebagai obat bagi hati yang rindu akan abah guru setidaknya dapat sedikit terobati dengan mendengarkan lantunan-lantunan dyai AbahGuru Sekumpul kemudian menjelaskan orang yang beriman tandanya kata-katanya baik, umpamanya melihat anaknya tidur, dia mengatakan 'hai wali majzub bangun'. Ketika melihat anaknya beribadah dia mengatakan, 'hai wali". Semakin banyak engkau husnudzon kepada orang lain semakin banyak Nuur di hatimu. "Kebiasaan para wali dari dahulu XRoAh.